Text
GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN SGPT PADA PASIEN HIV DI PUSKESMAS WATUBELAH
ABSTRAK
AYU NURKHOLIFA, 2025. GAMBARAN HASIL PEMERIKSAAN SGPT PADA PASIEN HIV DI PUSKESMAS WATUBELAH
Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan di Indonesia. Penatalaksanaan HIV umumnya melibatkan pemberian obat Antiretroviral (ARV) dalam jangka panjang, yang dapat berdampak pada fungsi hati. SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) adalah enzim indikator yang digunakan untuk menilai kondisi hati. Peningkatan kadar SGPT dapat menunjukkan adanya kerusakan atau gangguan pada organ tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar SGPT pada pasien HIV yang menjalani terapi ARV selama ≥6 bulan di Puskesmas Watubelah, Kabupaten Cirebon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Sampel diambil secara purposive sampling dari 22 pasien HIV berusia 18–50 tahun yang menjalani rawat jalan dan telah mengonsumsi ARV minimal selama 6 bulan. Pemeriksaan kadar SGPT dilakukan menggunakan metode fotometri. Data dianalisis secara statistik deskriptif untuk menentukan rata-rata dan distribusi kadar SGPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 22 pasien HIV, sebanyak 19 pasien (86%) memiliki kadar SGPT dalam batas normal, sedangkan 3 pasien (14%) mengalami peningkatan kadar SGPT. Nilai rata-rata kadar SGPT adalah 34,91 IU/L, dengan nilai maksimum 45 IU/L dan minimum 29 IU/L. Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien HIV di Puskesmas Watubelah tidak mengalami gangguan fungsi hati yang signifikan, meskipun tetap terdapat sebagian kecil yang menunjukkan peningkatan enzim hati akibat berbagai faktor seperti durasi terapi, gaya hidup, atau penggunaan obat lainnya.
Kata Kunci: Penderita HIV; SGPT; Terapi ARV.
Tidak tersedia versi lain