Text
GAMBARAN GLUKOSA URIN PADA PENDERITA TUBERKULOSIT DI RSUD ARJAWINANGUN CIREBON
ABSTRAK
Najwa Wardhatus Salsabila. 2025. GAMBARAN GLUKOSA URIN PADA PENDERITA TUBERKULOSIT DI RSUD ARJAWINANGUN CIREBON
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi kronis yang menyerang paru-paru dan berpotensi memengaruhi sistem tubuh lain, termasuk metabolisme glukosa. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada penderita TB adalah glukosuria, yaitu adanya glukosa dalam urine. Glukosuria bisa menjadi indikator awal adanya gangguan metabolik seperti diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah dan persentase penderita tuberkulosis dengan hasil glukosa urine positif yang menjalani pengobatan di RSUD Arjawinangun, Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Sampel berjumlah 33 pasien TB rawat jalan berusia 25– 66 tahun. Pemeriksaan glukosa urine dilakukan menggunakan metode carik celup (dipstick) dan metode Benedict. Selain itu, kuesioner disebarkan untuk mengetahui faktor risiko yang memengaruhi hasil pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 dari 33 pasien (12,1%) mengalami glukosuria. Rinciannya, 1 pasien (3%) memiliki kadar glukosa urine 1+, 2 pasien (6,1%) kadar 2+, dan 1 pasien (3%) kadar 3+. Faktor yang berkaitan dengan glukosuria antara lain riwayat diabetes melitus, hipertensi, konsumsi makanan tinggi gula, dan kebiasaan merokok. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian pasien TB memiliki risiko gangguan metabolik. Oleh karena itu, pemeriksaan glukosa urine penting dilakukan secara berkala selama pengobatan TB untuk mendeteksi dini gangguan metabolik. Pemantauan rutin ini juga diharapkan dapat menunjang efektivitas pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien TB.
Kata Kunci: Glukosuria, Tuberkulosis, Pemeriksaan glukosa urine, RSUD Arjawinangun, Dipstick, Benedict
Tidak tersedia versi lain